Asosiasi Profesi Indonesia |
| |
Asosiasi Perenc. Internasional |
| |
Instansi Terkait |
| |
Universitas Terkait |
| |
|
|
Anda mengakses web
kami
pada tanggal 2/7/2012
jam 10:22:09 PM |
|
|
 |
|
Awal dekade 70-an, kalangan profesional teknokrat
mulai berbenah diri dan membentuk berbagai asosiasi
profesi. Kegiatan ini terdorong oleh perencanaan Repelita
(1969-1974) yang menandai era penyelenggaraan pembangunan
secara sistematis dan terencana. Para ahli perencanaan
(saat itu planner) yang menyebut diri sebagai ahli perancang
dan bukan ahli perencaan, tentu tak mau tertinggal.
Maka setelah melalui serangkaian pertemuan, pada tanggal
13 April 1971, di Jakarta, dibentuk Ikatan Ahli Perencang
(bukan Perencanaan) disingkat IAP.
Pembentukan IAP diprakarsai
oleh para alumi Planologi ITB angkatan pertama, sepeti
Djoko Sujarto dan Tubagus M. Rais. Namun sejak awal,
organisasi profesi ini tidak membatasi diri hanya alumi
Planologi ITB. Hal ini, setidaknya, tercermin dari susunan
pengurus periode pertama yang diketuai Koes Hadinoto
(Almarhum) didampingi Risman Maris dan Hendropranoto
Suselo sebagai sekretis. Kecuali Koes Hadinoto yang
sudah meninggal dunia, tiga tokoh laiya adalah saksi
hidup pembentukan IAP.
Ternyata, tidak mudah
mengembangkan organisasi profesi kala itu. AD/ART bahkan
baru tersusun pada tanggal 13 April 76. Barulah IAP
lebih berani tampil keluar, guna meraih pengakuan dari
masyarakat. Pengakuan antara lain datang dari Ali Sadikin
yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor D.IV. 4297/11/76,
tanggal 20 Juni 1976 tentang “ Pengukuhan Ahli
Perencang”. IAP dinyatakan sebagi wadah tunggal
profesi Perncanaan di DKI Jakarta. Di balik itu peran
Tb. M Rais sebagai planner pertama yang masuk jajaran
birokrasi pemerintah DKI Jakarta, tentu tak dapat dikesampingkan
Dalam AD/ART ditegaskan
IAP berdasarkan Pancasila. Misi IAP sebagai wadah tunggal
Ahli Perencanaan wilayah dan kota di Indonesia tercermin
dari tujuan pendiriannya, yaitu (1) mengembangkan keahlian
perencanaan wilayah dan kota dan (2) meningkatkan mutu.
Kesejahteraan , persatuan dan kesatuan ahli Perencanaan
wilayah dan kota di Indonesia. IAP berfungsi sebagai
wadah pembinaan, komunikasi, konsultasi dan koordinasi
antara-ahli perencaan wilayah dan kota, juga antara
ahli Perencanaan wilayah dan kota dengan ahli lainnya,
lembaga masyarakat, swasta, pemerintah dan internasional.
Juga, sebagai wadah untuk melindungi kepentingan masyarakat
luas. Adapun tugas IAP adalah :
|
• |
Meningkatkan
peran perencana wilayah dan kota dalam pembangunan
nasional, khususnya pembangunan wilayah dan kota
|
• |
Meningkatkan kemampuan professional
dan kesejahteraan anggota |
• |
Mengembangkan bidang pengembangan
wilayah dan kota sebagai ilmu dan teknik terapan
|
• |
Membina hubungan dan kerjasama
harmonis antara perencana wilayah dan kota dengan
ahli lainnya, lembaga masyakat, swasta, pemerintah
dan internasional |
• |
Melaksanakan berbagai kegiatan
lain dalam bentuk pelayanan teknis, advokasi dan
konsultasi serta pelatihan dan pemanfaatan teknologi
|
|
Seminggu setalah SK Pengukuhan IAP, tepatnya tamggal
28-30 Juni 1976, diselenggarakan kongres Pertama, bertema
“Tantangan dan Tanggung Jawab: Prospek Suatu Profesi
Muda”. Kongres diarahkan untuk konsolidasi. Perancang
yang tersebar dilembaga pemerintahan, pendidikan, penelitian
maupun swasta. Kongres juga menetapkan kepengurusan
baru. Dalam kongres Tb. M. Rais terpilih sebagai ketua.
Namun, dalam susunan pengurus formal (dibacakan Tb.
M. Rais), Koes Hadinoto tetap sebagai Ketua. Boleh jadi,
karena alasan sungkan atau nuansa paguyuban masih lebih
kental ketimbang keprofesian. Adappun Tb. M. Rais sebagai
ketua I dan Risman Maris MSCE sebagai Ketua II, dengan
sekretaris W.J. Waworoentoe dan bendahara Syarif Puradimadja.
Selama kurun waktu 30 tahun sejak berdiri
pada tahun 1971, pengurusan IAP telah berganti enam
kali yaitu :
|
• |
Tahun 1971-1976:
ketua Presidium I R.P. Kus Hadinoto (almarhum),
sekretaris W.J Waworontoe. |
• |
Tahun 1976-1982 ketua Pesedium
II Tubagus M. rais (Mantan wakil Gunernur DKI
Jakarta), Sekretaris Syarif Puradji Puradi Madja
|
• |
Tahun 1983-1989 Ketua Presidium
III Aca Sugandhy (Direktur Jenderal Perumahan
dan Permukiman Departemen Kimpraswil) Sekretaris
Hoedyono |
• |
Tahun 1989-1994 Ketua Sugijanto
Soegijoko (almarhum terakhir menjabat Deputy Bidang
regional dan Daerah BAPPENAS), Sekretaris Jenderal
Tatag Wiranto |
• |
Tahun 1994-2000 Ketua Umum
Bambang B, Soejito (sekarang Deputy V Bappenas),
Sekretatis Jenderal Ruchyat Deni DJ |
• |
Tahun 2001-2004 Ketua umum
Kemal Taruc, Sekretaris Jenderal Nuryasin. |
|
Sampai saat ini, IAP telah mengangkat
dan mengukuhkan empat anggota kehormatan, yaitu : |
1. |
Ginandjar Kartasasmita |
2. |
Radinal Moochtar |
3. |
Sayidiman Suryohadiprodjo |
4. |
Herman Haeruman JS |
|
Anggota kehormatan
diusulkan Pengurus Pusat IAP berdasarkan pertimbangan
prestasi atau peran ketokohan nasional, kepakaran di
bidang perencanaan wilayah dan kota, menduduki jabatan
strategis di bidang perencanaan wilayah dan kota atau
berjasa bagi pengembangan organisasi IAP. Penganugerahan
dan pengukuhan anggota kehormatan dilakukan melalui
kongres nasional.
Awalnya, IAP hanya berdiri atas pengurus
pusat serta cabang DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dalam
perkembangannya, sejalan dengan penyebaran ahli perencanaan
wilayah dan kota di seluruh pelosok tanah air, mulailah
dibentuk pengurus cabang di berbagai daerah (propinsi).
Saat ini, IAP mempunyai 18 cabang di seluruh Indonesia
dan beberapa perwakilan di luar negeri. Pada masa kepengurusan
Bambang Bintoro Soedjito, Pengurus Pusat IAP akhirnya
memiliki kantor sendiri, beralamat di Jalan Tambak nomor
21 (lantai 4) Jakarta Pusat 10320. Kepemilikan kantor
sendiri ini berkat kerja keras para alumi, khususnya
yang bekerja di sector swasta. Ke 18 cabang IAP adalah
:
|
• |
Pengurus Cabang IAP DKI Jakarta (kantor
sama dengang Pengurus Pusat IAP) |
• |
Pengurus Cabang IAP Jawa Barat |
• |
Pengurus Cabang IAP Jawa Tengah |
• |
Pengurus Cabang IAP DI Yogyakarta |
• |
Pengurus Cabang IAP Jawa Timur |
• |
Pengurus Cabang IAP Sumatera Utara |
• |
Pengurus Cabang IAP Sumatera Selatan |
• |
Pengurus Cabang IAP Riau |
• |
Pengurus Cabang IAP Sumatera Barat |
• |
Pengurus Cabang IAP Bengkulu |
• |
Pengurus Cabang IAP Bandar Lampung |
• |
Pengurus Cabang IAP Nanggore Aceh Darusalam (NAD),
dulu DI ACEH |
• |
Pengurus Cabang IAP Sulawesi Utara |
• |
Pengurus Cabang IAP Sulawesi Selatan |
• |
Pengurus Cabang IAP Bali |
• |
Pengurus Cabang IAP Maluku |
• |
Pengurus Cabang IAP Nusa Tengara Barat |
• |
Pengurus Cabang IAP Jambi |
• |
Pengurus Cabang IAP Kalimantan Tengah |
• |
Pengurus Cabang IAP Papua |
|
Adapun perwakilan IAP di luar Negeri tercatat di Amerika
(Universitas Cornell) dan di Melbourne, Australia
Dalam kepengurusan IAP, juga ada dilengkapi
|
• |
Dewan pembina (dihapus dalam Kongres
VI, 12 April 2001) |
• |
Majelis Kode Etik (MKE) |
• |
Badan Sertifikasi Perencanaan (BSP) |
|
|
 |
|